Selain menatap jendela menanti bayang perempuan itu hilang di persimpangan
Menyesap kopi pahit di sudut meja yang tak henti berderit
Melumat remah-remah roti yang dingin sisa malam tadi
Di sudut ruang yang entah
Aku bukan apa dan siapa
Hanya sosok abu abu yang tak jelas masa depan
Aku tak lagi biru sejak kamu tulis surat itu dan pergi
Bahkan memikirkanmu saja aku tak berhak
Aku hanya lembar usang yang hampir terbuang
Tulisan yang terukir indah dulu kini penuh dengan coretan
Di masa yang entah
Aku telah mati sebelum kematian menghampiri
Ragaku berdetak namun jiwaku telah hilang pergi
Bersama bidadari yang terbang kemarin pagi
‪#‎Ketintang‬, di akhir November
‪#‎Noorzainab‬
‪#‎RM5OWOPIs‬
29 Nov 15

0 komentar:

Posting Komentar